Sabtu, 20 Maret 2010

Pantai Maluk -Sumbawa Barat


Pantai ini sebenernya sangat indah . dia mempunyai garis pantai yang melengkung dimana ujung-ujungnya di batasi oleh sebuah bukit . Pasirnya seperti biji-biji merica yang putih, yang tentunya sangat jarang bisa kita jumpai di pantai-pantai pulau Jawa . Di lokasi ini bisa kita temukan kedai-kedai untuk makan siang yang menunya mulai dari coto makasar, plecing kangkung sampai ikan bakar dan tentunya masakan special asli pulau Sumbawa, Sepat . Dan akan lebih nikmat lagi es kelapa mudanya yang top markoto dan mak nyusss...
Pantai Maluk terletak di ujung barat daya pulau Sumbawa, agak susah memang untuk menemukannya di peta tapi jangan salah banyak turis turis dari manca yg kesasar untuk surfing di daerah ini . Pantai Maluk merupakan bagian dari daerah lingkar tambang PT. Newmont Nusa Tenggara yang mana mereka sudah beroperasi sejak tahun 1995 ( kalo nggak salah sich ) yang mana hubungan antara penduduk lokal, pendatang, lingkungan dan perusahaan tambang terjalin sangat erat dan harmonis .

Di pantai ini kita juga bisa menemukan permainan anak-anak dan beberapa cafe dan karaoke sederhana bagi yang suka dugem . Tetapi hanya aliran dangdut saja yang ada di tempat hiburan malam ini .Di tempat ini kita bisa juga menemukan tempat pembibitan kura-kura atau penyu yang mana di sponsori oleh pihak perusahaan tambang lewat environt departementnya . Yang tentunya ini sangat menarik bagi konservasi kura-kura untuk kedepannya .

Sunset di tempat ini sangat luar biasa sekali dan struktur pantai yang tidak curam dan ombak yang terbelah oleh batu karang di dasar laut sangat menarik bagi yang suka mandi air laut .
Sayangnya akses ke daerah ini sedikit agak sulit bagi masyarakat luar . Karena diperlukan sekitar 8 jam perjalanan dari Mataram ( pulau lombok ) dengan jalan berliku liku . Mungkin kedepannya pemda memikirkan adanya penyebrangan kapal ferry dari labuhan haji-pelabuhan benete sehingga mempersingkat jarak . Juga di perlukan kesadaran akan kebersihan bagi para pedagang dan penduduk sekitar untuk tidak membuang sampah di sekitar pantai .
Diperlukan keseriusan dan perencananaan yang lebih matang oleh Pemda setempat untuk mengubah gundukan pasir ini untuk menjadi emas.


Saya Ardyanto kontribusi Transtv Benete melaporkan....hihihihi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar